Bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar AS

Bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar AS oleh WikiLeaks oleh dua media Australia sontak membuat heboh jajaran Pemerintahan Indonesia. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Marty Natalegawa meminta agar tidak ada spekulasi tentang masalah ini.

Selain itu, Menlu Natalagewa juga menyebutkan pentingnya untuk memberikan penjelasan baik kepada masyarakat Australia bahwa yang dilaporkan oleh dua media Australia tidak benar. Hal ini dibeberkan Menlu Marty Natalegawa lewat wawancara di kantor Kementerian Luar Negeri di Jalan Pejambon, Jakarta, hari ini.

Wapres Boediono saat ini sedang berada di Australia. Apa dikeluarkannya berita ini ada kaitannya dengan kunjungan wapres?
Beliau memang sedang berada di Australia sekarang bersamaan dengan keluarnya (berita) ini. Saya rasa sekarang bukan waktunya berspekulasi. Kita sudah berikan protes keras (kepada Amerika Serikat) dan mereka beri klarifikasi. Kalau ke Australia lebih ke pihak media beri surat hak jawab melalui KBRI.

Mengenai hak jawab, apa isi dari hak jawab tersebut?
Isi surat hak jawab kurang lebih sama dengan konferensi pers yang sebelumnya sudah kita lakukan, yakni memberikan keterangan mengenai artikel tersebut termasuk tanggapannya. Sudah hari ini dikirim ke KBRI Australia.

Apakah hal ini dapat menimbulkan masalah hubungan antara AS dengan Indonesia?
Saya kira hubungan kita dengan AS sangat komprehensif, menyeluruuh dan bersifat multidimensi. Ini masa yang sangat menantang, ada sedikit tantangan. Tapi kita mencatat begitu cepatnya Pemerintah AS beri tangggapan secara resmi, ini sikap sangat baik.

Dengan Pemerintah Australia, kita punya pekerjaan berat agar masyarakat Australia tidak salah tafsir jadi harus ada penjelasan baik. Dan sekarang Wapres ada di Canberra jadi posisi beliau paling strategis untuk sampaikan pernyataan atau sikap Pemerintah Indonesia.

Dalam bocoran WikiLeaks tersebut terdapat tokoh-tokoh yang Individu yang diberitakan?Saya tidak akan bicara individu. Saya hanya akan bicara hubungan Indonesia dengan Pemerintah AS. Hari ini Pemerintah AS sudah sampaikan sikap jelas bahwa itu informasi mentah.

Indonesia cukup puas dengan pernyataan itu?
Yang mereka bantah bagian depan itu posisi dasar AS. Itu bantahan standar mereka untuk Wikileaks. Neither confirm nor deny karena ini sikapnya Pemerintah AS, tidak bisa benarkan atau bantah.

Namun untuk Indonesia, Pemerintah AS memberikan tambahan bahwa untuk masalah Indonesia yang dikeluarkan oleh WikiLeaks tidak sesuai dengan fakta.
Mereka juga menyatakan permintaan menyesal kepada Presiden SBY dan rakyat Indonesia menyangkut hal ini. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Bocoran kawat diplomatik Kedutaan Besar AS.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel