Longsor tergerus arus Sungai Bengawan Solo

Enam rumah milik warga Desa Pilang, Kecamatan Masaran, Sragen ambruk akibat tebing penyangga rumah mereka longsor tergerus arus Sungai Bengawan Solo yang meluap kemarin. Enam rumah tersebut masingmasing milik Suranto, Slamet, Muhbari, Jirah, Jimin, Parmin, Hardi Munawar dan Karyono. Semuanya adalah warga RT 21 Desa Pilang. Untungnya, musibah tersebut tidak sampai merenggut korban jiwa. Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum rumah mereka ambrol terbawa arus.

Namun kerugian materiil yang dialami warga diperkirakan mencapai ratusan juta. Tidak hanya itu, puluhan rumah lain yang berada di sepanjang bantaran wilayah tersebut juga terancam longsor karena di beberapa titik tanah sudah ambrol tergerus arus Sungai Bengawan Solo. Salah satu pemilik rumah, Karyono mengatakan, sebelum terjadi longsor, kondisi tanah di sekitar tempat tinggalnya memang sudah gembur karena arus Sungai Bengawan Solo sangat cukup deras akibat hujan deras yang turun dalam dua hari terakhir. “Untungnya kami sudah mengantisipasi. Sehingga saat terjadi longsor sekitar pukul 09.00 WIB kami langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri,”kata Karyono kemarin. Meski demikian, pihaknya bersama pemilik rumah yang jadi korban longsor lainnya harus mengungsi ke tempat kerabat.

Sebab, rumah mereka sudah tidak bisa ditempati lagi. Dibantu warga setempat, mereka kemarin melakukan gotong royong untuk mengevakuasi barang-barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Sementara itu, Ketua RT 21 Desa Pilang, Munawar mengatakan, selain karena hujan, terjadinya longsor kemungkinan besar juga diakibatkan oleh proses normalisasi Sungai Bengawan Solo. Saat ini, kata dia, sedang dilakukan pelebaran bagian pinggir sungai.

Akibatnya, tebing setinggi 12 meter itu tak kuat menahan beban air karena saat hujan arus sungai juga cukup deras. “Sejak ada proses normalilasasi sunagi itu, kondisi tanah tebing sungai jadi gembur sehingga mudah sekali longsor. Sehingga rumah-rumah yang berada di dekat tebing ikut ambrol karenatanahpenyanggapondasi rumah tergerus,”jelasnya.

Sementara itu,Kepala Kesbangpolinmas Sragen Wangsit Sukono saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan mengenai kejadian tersebut. Meski demikian pihaknya mengaku akan segera melakukan koordinasi dan mengecek ke lokasi. “Nanti kita koordinasikan dengan dinas-dinas terkait, termasuk Balai Besar Pengelola Sungai Bengawan Solo. Sebab, proyek normalisasi itu kan tanggung jawab mereka,” kata Wangsit kemarin. Dia menambahkan, Pemkab Sragen juga akan segera memberikan bantuan kepada pemilik rumah setelah dilakukan pengecekan di lokasi. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Longsor tergerus arus Sungai Bengawan Solo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel