Anggota Komisi Pemilihan Umum

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo Hamka Hidayat mengundurkan diri dari jabatannya. Dia mengaku mundur karena ingin menjaga independensi KPU. Pengunduran diri Hamka sudah dimasukkan ke KPU Sulsel, 1 Mei 2011, tapi tembusan surat Hamka tersebut baru diterima KPU Palopo kemarin. Hamka yang pada periode lalu menjabat ketua KPU Palopo ini mengakui pengunduran dirinya memiliki dua alasan. Pertama, untuk menjaga citra lembaga KPU karena dia merasa tidak mampu lagi menjalankan tugas-tugas sebagai komisioner sesuai yang diamanatkan UU No 22/2007 tentang Penyelenggara Pemilu.

Kedua, dia ingin independensi dan kehormatan KPU tetap terjaga di mata masyarakat menjelang Pilgub Sulsel dan Pilkada Kota Palopo 2013. Khusus Pilkada Palopo,Hamka mengaku mempunyai hubungan yang dekat dengan beberapa orang yang akan mencalonkan diri. “Demi menjaga independensi dan kehormatan lembaga KPU, sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara, saya dengan penuh kesadaran memilih mundur dari KPU Palopo,”ungkapnya.

Dia mengaku tidak mau terlibat konflik kepentingan yang bisa saja terjadi apabila dia mempertahankan jabatannya di KPU. Jika itu terjadi, akan mencederai lembaga KPU sebagai penyelenggara pemilu yang independen dan mandiri. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semua jajaran KPU pusat, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota, sekaligus meminta maaf apabila ada kesalahan yang saya lakukan selama bertugas,”ujar Hamka.

Ketua KPU Palopo Andi Syamsu Rijal mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan mengomentari pengunduran diri Hamka Hidayat tersebut.Alasannya, kewenangan soal pengunduran diri itu ada pada KPU Sulsel sebagai lembaga yang mengangkatnya. “KPU Palopo sebatas menerima tembusan surat pengunduran diri Hamka saja,”ujarnya. Posisi Hamka akan digantikan calon anggota KPU yang masuk dalam daftar pergantian antarwaktu (PAW).

Mereka di antaranya Abdul Hakim Djafar,Abd Rahman Nur,Andi Cendra, Andi Idrus, dan Soenandar Latief. Namun,dari lima calon PAW ini, tersisa dua orang yang berpeluang, yakni Abdul Hakim Djafar dan Andi Cendra. Hakim Djafar yang akrab disapa Kimet, dinilai lebih berpeluang karena menempati nomor urut keenam saat seleksi calon anggota KPU Palopo dari 10 calon yang dinyatakan lulus. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Anggota Komisi Pemilihan Umum.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel