Bencana tanah longsor

Bencana tanah longsor menerjang Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), sekitar pukul 01.00 Wita dinihari kermarin. Akibatnya, jalur trans-Sulawesi yang menghubungkan Sulsel dan Sulawesi Tenggara (Sultra) ini mengalami kemacetan parah hingga tadi malam. Kemacetan terjadi di Km 50 arah Malili (Sulsel) menuju arah Lasusua (Sultra). Antrean kendaraan hingga pukul 20.00 Wita tadi malam mencapai dua kilometer. Jalur yang longsor ini merupakan satu-satunya akses dari Malili menuju Lasusua.

Wakil Bupati Lutim Thoriq Husler mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, tapi satu unit rumah rusak dan seorang warga luka. Longsor yang terjadi di sejumlah titik sepanjang 6 kilometer tersebut memaksa ratusan kendaraan dari arah Malili ke Kolaka Utara (Sultra) dan dari arah sebaliknya tertahan. Informasi yang diperoleh SINDO, tiga titik longsor masih dalam upaya pembersihan hingga tadi malam.

Camat Malili Aini Endis Anrika mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur. “Kami telah berkoordinasi dengan Kepala BPBD untuk segera membersihkan tanah longsor yang menutupi badan jalan di Desa Harapan,” ujar dia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur mengerahkan puluhan alat berat untuk mengeruk tanah yang menutupi badan jalan yang tertutup material longsor.

“Insya Allah dengan dukungan alat berat dari Pemkab Luwu Timur dan sejumlah perusahaan diharapkan dapat secepatnya membuka akses jalan,”papar dia. Selain longsor, bencana banjir juga menerjang empat desa di Kecamatan Malili, Lutim kemarin. Akibatnya, tujuh warga dilarikan ke rumah sakit akibat menderita luka. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Bencana tanah longsor.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel