Biaya pengiriman barang antar pulau

Biaya pengiriman barang antar pulau khususnya tujuan Makassar- Surabaya, sejak April lalu mengalami kenaikan. Kenaikan itu dipicu gejolak harga minyak dunia. Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Logistik Indonesia dan Forwarder Indonesia (Alfi) Sulsel Andi Maruddani Pangerang mengatakan, kenaikan tersebut adalah yang ketiga kali sepanjang Maret hingga April. Awalnya, biaya pengiriman barang Rp1,5 juta setiap kontainer. Kemudian Maret lalu naik menjadi Rp2 juta. Pada April lalu, kembali dinaikkan menjadi Rp2,5 juta.“Itu untuk kontainer ukuran 20 fit.

Ukuran 40 fit juga mengalami kenaikan untuk jurusan Makassar ke Surabaya,” katanya kepada SINDO,kemarin. Sebelumnya biaya pengiriman kontainer ukuran 40 fit adalah Rp2,7 juta, lalu naik menjadi Rp3,6 juta.Pada akhir Maret lalu naik lagi menjadi Rp4,5 juta.“Ini karena naiknya harga minyak dunia yang berpengaruh pada biaya operasional kapal,”ungkapnya.

Penetapan naiknya biaya pengiriman barang tersebut ditentukan perusahaan pelayaran. Khusus dari Makassar tujuan Surabaya,ada tujuh perusahaan yang melayani jalur ini. “Kami tidak tahu sampai kapan turunnya,”paparnya. Dia memprediksi dengan adanya kenaikan biaya pengiriman tersebut, akan menyebabkan kuantitas pengiriman barang dari Makassar ke Surabaya bakal turun.

Hanya dia belum bisa memastikan angka penurunan tersebut.“Pengusaha menunggu turunnya biaya pengiriman barang. Kalaupun ada pengiriman, akan ada kenaikan harga,”ujarnya. Wakil Kadin Sulsel Ilham Alim Bachri mengatakan,ratarata komoditas Sulsel yang dikirim ke Surabaya adalah komoditas pertanian.“Seperti beras,kakao,rumput laut yang menjadi komoditi unggulan Sulsel,”paparnya.

Komoditas tersebut merupakan barang ekspor, tapi pengirimannya melalui pelabuhan Surabaya.Dengan naiknya biaya pengiriman barang, tidak akan mengurangi daya saing komoditas asal Sulsel. “Saya pikir itu sudah dikalkulasi dan tidak banyak berpengaruh,” tandasnya. Berdasarkan data Badan PusatStatistik( BPS) Sulsel,barang perdagangan dalam negeri termasuk barang dalam peti kemas yang dimuat di Pelabuhan Makassar pada Maret 2011 mencapai 378.846 ton.

Sementara Februari lalu sebanyak 265.653 ton. “Terjadi peningkatan 42,61%,”kata Kepala BPS Sulsel Bambang Suprijanto. Di sisi lain, barang yang dibongkar juga mengalami peningkatan sebesar 0,25%.Pada Februari lalu sebanyak 535.881 ton meningkat 537.234 ton pada Maret.

“Barang perdagangan luar negeri juga mengalami peningkatan,”ungkapnya. Barang yang diekspor melalui Pelabuhan Makassar pada Februari lalu sebanyak 66.401 ton, sedangkan pada Maret naik menjadi 72.355 ton sehingga terjadi kenaikan sekitar 8,97%. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Biaya pengiriman barang antar pulau.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel