Direktur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji

Direktur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Yayasan Miftahul Khair, Sus Hamzah Makka, memprotes Fraksi Demokrat Sulsel, kemarin. Protes dilakukan karena fraksi ini menggelar rapat mediasi tanpa menghadirkan dirinya selaku yang dituding melakukan dugaan penipuan.

Menurut Sus Hamzah, sampai rapat digelar, dia sama sekali tidak mendapatkan surat resmi dari Fraksi Demokrat. Padahal, sifat pertemuan itu resmi dan mengatasnamakan institusi. “Saya ke sini mau tanyakan undangan resmi DPRD. Saya menghadiri pertemuan ini sehingga mendapat izin resmi Mabes TNI selaku lembaga yang membawahi saya,” ujarnya dengan nada tinggi ke staf Fraksi Demokrat.

Namun, sampai rapat digelar, tak ada surat resmi yang dia terima, meski diakuinya pemberitahuan melalui telepon maupun pesan singkat sudah diketahui. Pengacara Hamzah, Anwar, mengaku, terkendalanya pemberangkatan calhaj ke Tanah Suci akibat perubahan sistem di daerah di beberapa kabupaten di mana calhaj itu terdaftar. Penyebabnya, pemkab setempat tidak mau lagi mengakomodasi calhaj berasal dari provinsi lain.

“Terus terang pascapenundaan pemberangkatan, ada sekitar Rp1,364 miliar dana yang dikembalikan ke pihak ketiga. Dana itu untuk kisaran 70 calhaj yang batal berangkat. Sisanya belum dibayar karena akan ada hitung-hitungan untung rugi kerja sama itu,” tandasnya. Atas kejadian ini, nama baik kliennya telah dicemarkan.

Makanya, setelah proses hukum diselesaikan,pihaknya akan menempuh jalur hukum ke calhaj yang telah mencemarkan nama baiknya. Rusdi, pengacara calhaj Pinrang, mengatakan, tuntutan calhaj itu, yakni seluruh dana yang sudah disetor Rp25 juta per orang segera dikembalikan Sus Hamzah sebagai Direktur KBIH Yayasan Miftahul Khair. Dana yang telah terkumpul sebelumnya Rp4,2 miliar sudah disetor Haji Darmawan ke rekening Sus Hamzah.

Sementara itu, anggota Fraksi Demokrat Sulsel Misriani Ilyas mengaku geram dengan sikap Sus Hamzah yang mangkir dari rapat mediasi yang dilakukan fraksinya. Padahal, sebelumnya yang mengusulkan mediasi itu adalah pengacara Sus Hamzah, Anwar. “Kami sudah menunggu dua jam, tapi pengacaranya tidak datang. Saat dihubungi, tidak ada kejelasan,” kata dia. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Direktur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel