gagal memeriksa dua tersangka korupsi

Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar gagal memeriksa dua tersangka korupsi proyek pengadaan peralatan pendidikan dan laboratorium di Akademi Pariwisata (Akpar), kemarin. Kedua tersangka, yakni Pembantu Direktur Bidang Administrasi Umum Akpar Abdurahman dan Direktur PT Multy Sao Prima Andi Makkarau mendadak sakit. Sebaliknya, baik Abdul Rahman maupun Makkarau, hanya mengutus kerabatnya dan menyerahkan surat keterangan sakit kepada penyidik Kejari Makassar. Dalam keterangan sakit yang ditembuskan, tersangka korupsi Rp1,4 miliar itu diminta dokter beristirahat selama tiga hari untuk Andi Makkarau dan empat hari untuk Abdurahman.

“Kedua tersangka Akpar tidak memenuhi panggilan karena alasan sakit.Ada keterangan sakit dari dokter praktik yang ditembuskan tadi siang,” ungkap Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Makassar Joko Darmawan didampingi Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar Muhammad Syahran Rauf kepada media, kemarin. Hanya, mangkirnya kedua tersangka menyisakan pertanyaan di kalangan penyidik.

Pasalnya, sehari sebelumnya, Andi Makkarau mendatangi Kejari Makassar dan meminta izin tidak menghadiri pemeriksaan. Namun, alasannya tengah mengurus bisnis di Jakarta yang tidak bisa ditinggalkan. “Cuma hari ini yang ditembuskan surat keterangan sakit, padahal katanya urusan bisnis. Ini kan menimbulkan pertanyaan, kami akan laporkan kepada pimpinan untuk langkah selanjutnya,”tandasnya.

Rencananya,Kejari Makassar akan kembali memanggil kedua tersangka dalam tiga hari ke depan sesuai surat keterangan sakit.”Kami akan panggil lagi, ini kan baru panggilan pertama. Kalau mangkir lagi baru kami jemput paksa,” katanya. Kepala Seksi Intelijen Kejari Makassar Muhammad Syahran Rauf menambahkan,panggilan untuk tersangka hanya dua kali.Panggilan ketiga akan langsung dijemput paksa. “Panggilan ketiga kami jemput paksa. Kalau sakit, kami akan periksa ke dokter yang dianggap independen, jangan sampai ada rekayasa sakit,” ujarnya. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang gagal memeriksa dua tersangka korupsi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel