Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali mengumbar ancaman pencopotan kepada pimpinan satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Ancaman itu diungkapkannya saat menghadiri HUT Kabupaten Luwu Utara (Lutra) di Lapangan Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Lutra, kemarin. Ancaman tersebut dialamatkan kepada sejumlah kepala dinas (kadis) di lingkup perairan, pertanian, serta perikanan yang dinilai tidak menepati janji memberikan bantuan kepada masyarakat Lutim pada tahun ini.

“Bantuan Pemprov kepada masyarakat Lutim itu cukup besar pada tahun ini.Kalau kadis tidak menepati itu, akan langsung saya berhentikan,” ujar dia saat memberi sambutannya, kemarin. Sejumlah bantuan yang rencananya diberikan tersebut, di antaranya anggaran sekitar Rp11 miliar dan bibit padi 100 ton dari Dinas Pertanian dan Hortikultura, perbaikan irigasi pertanian di Lutra,serta bantuan Rp3 miliar yang dianggarkan dari Dinas Pertanian Sulsel.

Janji bantuan tersebut juga diungkapkan sejumlah kadis saat menggelar pertemuan dengan ribuan petani di Mangkutana yang merupakan rangkaian HUT ke-8 Lutra. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebutkan, Lutra sekarang ini memiliki pendapatan per kapita tertinggi di Tanah Air,yakni Rp30 juta.Karena itu,dia menganggap kabupaten tersebut merupakan wilayah yang cukup potensial di Sulsel.

Kunjungan dan bantuan yang diberikan Pemprov Sulsel itu agar tidak dikaitkan dengan kepentingan politik, apalagi dikaitkan dengan Pilkada Gubernur Sulsel 2013. “Ini bukan pilkada. Jangan pilih Syahrul kalau masih ada yang lebih baik. Tugas saya mengabdi kepada rakyat dan ini bagian ibadah saya,”tandas Syahrul,yang juga Ketua DPD I Partai Golkar ini. Dalam HUT Lutra, Gubernur juga secara simbolis memberikan bantuan 20 unit sepeda motor kepada bidan dan tunjangan Rp200.000 per bulan kepada 1.063 pemuka agama setempat.

Pemprov juga memberikan bagi hasil pajak air permukaan Rp7,76 miliar dan Rp1 miliar bantuan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana umum serta bantuan satu unit ambulans kepada RSUD La Galigo. Sementara itu,Bupati Lutra Hatta Marakarma mengungkapkan, pada 2015,dia berjanji akan membawa Bumi Batara Guru sebutan Lutra menuju daerah agroindustri.

Hal ini mengingat sebagian besar masyarakat Lutra bergantung pada pertanian. “Meskipun kami masih tergantung pada tambang, jika ini tidak dikelola secara arif, tentu akan menimbulkan bencana,” ujarnya. HUT ke-8 Lutra ini juga baru pertama kali digelar di Kecamatan Mangkutana. Dalam beberapa tahun terakhir, HUT Bumi Batara Guru digelar di Malili sebagai pusat pemerintahan Lutra. Kegiatan ini juga dihadiri ribuan masyarakat. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel