Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar

Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar mengembalikan uang yang diduga hasil korupsi pengadaan lahan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar sebesar Rp9,4 miliar ke kas negara,kemarin. Uang yang disita dari rekening Lurah Untia,Ardiyansyah, pada April 2010 tersebut sebelumnya dititipkan di Bank Indonesia (BI). Namun, majelis hakim yang dipimpin Maxi Sigarlaki memerintahkan uang itu disetor langsung ke kas negara. Uang itu dianggap lebih aman jika berada di kas negara. “JadikamipindahkandariBI ke rekening kas negara di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Itu sesuai penetapan hakim,” kata jaksa penuntut umum Andi Muldani Fajrin seusai pemindahan uang sitaan itu, kemarin. Anggaran itu disita dari rekening Lurah Untia karena dianggap terjadi penyalahgunaan. Anggaran itu akan digunakan membebaskan lahan di areal PIP yang notabene adalah tanah negara.“Makanya kami sita.Tidak boleh ada uang negara yang dititipkan ke rekening pribadi pejabat,”ujarnya.

Kasus dugaan korupsi PIP yang merugikan negara Rp13,8 miliar ini menempatkan Direktur PIP Agus Budihartono; Kepala Unit Teknologi Informatika Kasman; Camat Biringkanaya Zulkifli Nurdin; dan Lurah Untia Ardiansyah, sebagai terdakwa. Kasus ini masih berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar dengan agenda pemeriksaan saksi ahli.

Kendati masih berjalan, dia pun optimistis akan mampu membuktikan bahwa terjadi korupsi dalam proyek pengadaan lahan pembangunan kampus PIP Makassar.“Hakim yang memerintahkan mengembalikan ke kas negara, kendati belum ada putusan final,”tuturnya. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel