mensinyalir sejumlah oknum tertentu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mensinyalir sejumlah oknum tertentu telah sengaja memindahtangankan penggarapan lahan di kawasan Centre Point of Indonesia (CPI). Aksi tersebut diduga berkaitan dengan rencana pemberian santunan kepada penggarap di areal tersebut. Data Pemprov menunjukkan, penggarap di areal tersebut hanya satu orang. Hanya, hingga saat ini bertambah menjadi 12 orang. Padahal, hal tersebut tidak diperbolehkan dan Pemprov berjanji tidak akan memberikan santunan kepada pengelola lahan yang tidak memiliki bukti persyaratan resmi pemerintah setempat.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Kadistarkim) Sulsel Syarief Burhanuddin mengungkapkan, perhitungan pembayaran santunan dari pemerintah nanti berdasarkan tingkat produktivitas lahan.Misalnya dalam satu bulan untuk lokasi itu menghasilkan Rp100.000 setiap bulan,nilai yang akan digantikan Pemprov Sulsel dalam status garapan. Dalam pemberian santunan ini pula telah dibentuk tim penaksir.

Dari data yang diperolehnya, tanah garapan di wilayah CPI hanya digarap satu pemilik lahan. Tanah garapan inilah yang kemudian dipecah menjadi 12 orang hingga sekarang. ”Setahu kami tanah itu digarap Sampara Bani. Inilah yang kemudian dipecah menjadi 12 penggarap. Kami tidak akan mengakui pemilikan oknum tertentu, kecuali kepada para penggarap,” ujarnya saat ditemui di sela-sela HUT ke-8 Luwu Utara (Lutra), kemarin.

Pemprov mengakui bahwa di lokasi tersebut memang ada penggarap lahan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat izin yang dikeluarkan pemerintah. Karena itu,dia mengimbau kepemilihan lahan ini tidak dipindahtangankan kepada siapa pun. Sekretaris Provinsi Sulsel A Muallim telah melakukan pertemuan dengan Tim Sembilan Pemkot Makassar untuk menyelesaikan pemberian santunan kepada pengelola lahan seluas 157 hektare tersebut. Tim sembilan inilah yang akan meneliti dokumen dan alas hak sebagai tanah garapan. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang mensinyalir sejumlah oknum tertentu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel