ngotot tetap menaikkan tarif air bersih 25% pada Juni

Kendati menuai protes berbagai kalangan masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Makassar ngotot tetap menaikkan tarif air bersih 25% pada Juni. Alasannya, jika tidak ada penyesuaian harga, PDAM tidak akan mampu berkembang. Dalam rapat evaluasi kenaikantarifantaraPDAMdanKomisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar, Dirut Utama PDAM Hamzah Ahmad menjelaskan, pihaknya tetap pada komitmen awal dan memberlakukannya mulai 1 Juni 2011. Manajemen menilai,jika PDAM tidak melakukan penyesuaian tarif, perusahaan tersebut tidak bisa berkembang.

Untuk bisa memutihkan utang di Kementerian Keuangan yang mencapai Rp200 miliar, PDAM disyaratkan menyesuaikan tarif air bersih.Selain itu,keputusan menaikkan tarif telah mendapatkan persetujuan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Ince Adnan Mahmud.

”Seharusnya 2008 sudah ada kenaikan tarif,tapi ditunda sehingga tahun ini kami anggap pas.Apalagi,Kementerian Keuangan juga memberikan syarat seperti itu agar PDAM tidak lagi melakukan pinjaman dan sudah bisa meraih untung,” katanya kemarin. Dalam penerapan tarif baru tersebut,dia mengaku,akan dibedakan dalam empat jenis, di antaranya tarif kesepakatan, diwakili forum pelanggan, dan tarif ditetapkan kepala daerah.

PDAMbisasajatidaknaikkan tarif asal pemerintah bisa menjamin perusahaan bisa berjalan maksimal.Jika tidak dilakukan perbaikan,ke depan perusahaan tidak mampu lagi bertahan. Pihaknya juga mengakui selama ini sudah melakukan efisiensi, tetapi tidak mampu memangkas operasional. Karena itu,kenaikan tarif tetap akan dilaksanakan dan akan disosialisasikan ke masyarakat sebelum diterapkan 1 Juni.PDAM menjamin, kenaikan harga ini disertai peningkatan pelayanan.

“Jika tidak ada peningkatan pelayanan kepada masyarakat, jajaran Direksi siap dievaluasi termasuk mundur dari jabatannya sebagai aplikasi dari evaluasi tersebut,”ungkapnya. Direktur Keuangan PDAM Asdar Ali menambahkan, jika manajemen tidak menyesuaikan tarif, pendapatan tidak akan mampu menutupi biaya produksi. Saat ini sisa utang PDAM yang harus dibayarkan Rp121 miliar.Selebihnya,Rp79 miliar sudah diputihkan Kementerian Keuangan.

Sementara itu,Dirut Umum Muhammad Akbar menyampaikan bahwa sampai tahun ini masih banyak pelanggan belum tertib dalam membayar. Bahkan, pihaknya mencatat hingga saat ini 1.500 titik kebocoran PDAM di Makassar. Direktur Teknik PDAM Hasanuddin Baso mengatakan,sejak di memimpin bagian teknik,117 karyawan di bagian teknik dialihkan tugasnya ke malam hari sampai pagi.Hingga 3 Maret, pihaknya telahmelakukanpembenahan di 134 titik kebocoran.

“Kami mencatat yang diselamatkan selama 47 hari sebesar Rp131 miliar dengan segala keterbatasan.Sementara 2010, kami kehilangan air 40 liter per detik, kemudian lakukan perbaikan, tetapi habiskan anggaran Rp6 miliar,”paparnya. Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B Bidang Keuangan Abdul Wahab mempertanyakanbiaya produksiairyang tidak bisa ditutupi pendapatan PDAM.

Menurutnya, jika beralasan biaya produksi, tidak semestinya beban tersebut diberikan konsumen.Menurutnya, sebelum memutuskan menaikkan tarif, PDAM terlebih dahulu memperbaiki layanan.“Ini terkesan dipaksakan, perusda seolah- olah didirikan untuk mengisap uang rakyat,”katanya.

Direksi Ditantang Adu Data Keuangan

Mantan anggota Badan Pengawas PDAM Makassar Bastian Lubis menyatakan, rencana kenaikan tarif air bersih tersebut tidak bisa diterima dengan alasan apa pun.Kenaikan itu harus ditunda hingga lima tahun ke depan. “Saat ini sekali lagi saya tidak setuju karena penyesuaian tarif itu baru berjalan sekitar lima tahun.

Seandainya 10 tahun setelah ada penyesuaian, mungkin bisa diterima alasannya,” tandas dia saat dikonfirmasi terpisah. Bila direksi tetap memaksakan kenaikan tarif, yang paling dirugikan adalah warga.Keuntungan yang didapat selama ini dari tarif lama,tergolong masih tinggi,dengan catatan tidak ada kerja sama dari pihak swasta.

Bahkan, Bastian yang dikenal sebagai auditor ini menantang direksi untuk adu data di depan anggota Dewan bila dibutuhkan, baik plus minus tarif lama maupun rencana kenaikan hingga 50% hingga tiga tahun ke depan. Bastian juga mengaku kecewa terhadap direksi yang ada saat ini karena hanya memprioritaskan kerja sama pihak ketiga, ketimbang memperhatikan pelanggannya.Padahal,PDAM saat ini versi direksi diklaim sudah untung Rp12 miliar. Demikian catatan online Sapu Jagat tentang ngotot tetap menaikkan tarif air bersih 25% pada Juni.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel