Isu seputar keberadaan Mr. A

Isu seputar keberadaan Mr. A yang telah mengobok-obok Partai Demokrat dalam dua pekan belum juga meredam. Akibat isu ini, sejumlah politisi berinisial A gerah termasuk Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.

Karena itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono diminta untuk segera meredam isu ini. Sebab kalau tidak, dikhawatirkan isu ini akan terus bergulir.

"Untuk menghentikan kebisingan politik saat ini, saya menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera mengendalikan dan meredam panik yang sedang melanda sejumlah kader Partai Demokrat," kata anggota DPR dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo.

Menurut Bambang, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pembina Partai, kebisingan itu akan terhenti begitu para kader melihat sinyal bahwa SBY tidak nyaman dengan kebisingan saat ini. "Boleh jadi benar perumpamaan bahwa Partai Demokrat sedang diguncang angin puting beliung," ujarnya. "Guncangan itu menyebabkan beberapa kader panik berlebihan, sehingga mencoba menarik pihak luar terlibat dalam persoalan internal partai," tambahnya.

Anggota Komisi III DPR itu menilai, semua ini sama sekali tidak produktif dan tidak bermanfaat bagi masyarakat. "Maka, agar tidak berlarut-larut, kebisingan ini harus dihentikan. Langkah awalnya adalah kesediaan SBY mengambil inisiatif meredam panik yang melanda sejumlah kader PD," katanya.

Isu adanya Mr A pertama kali dilontarkan oleh Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan. Dia menuding adanya Mr A yang mengobok-obok partainya. Mr A itu dia gambarkan sebagai politisi partai lain dan punya pengaruh serta dukungan dana besar.

Akibat isu itu, publik langsung berspekulasi tudingan itu mengarah ke sejumlah elite Golkar.. Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung sudah membantah dirinya adalah sosok Mr A itu. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Isu seputar keberadaan Mr. A.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel