Mas Pom

Mas Pom, demikian nama panggilan sahabat kami Djoko Poernomo (58), dipanggil Tuhan hari Sabtu (30/7/2011) pukul 11.14. Mas Pom seorang pekerja keras. Almarhum menunjukkan teladan sebagai pekerja tuntas. Mas Pom meninggal dunia di Rumah Sakit Premier Bintaro, Tangerang Selatan, setelah pembuluh darahnya pecah saat cuci darah dilakukan sehari sebelumnya. Mas Pom memang rutin melakukan cuci darah dalam enam bulan terakhir ini.

Menurut kakak kandung Mas Pom, Julius Pour, delapan tahun yang lalu, adiknya mengalami operasi jantung. Lalu Januari 2011, adiknya harus dioperasi lagi dan kali ini harus cuci darah karena ginjalnya bermasalah.

Djoko Poernomo kelahiran 7 Januari 1953 meninggalkan istri Hari Kinasih dan dua putra, Hari Prasetyo dan Hari Prakoso. Mas Pom mengawali kariernya sebagai koresponden di DI Yogyakarta dan kemudian menjadi Kepala Biro media wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Setelah itu, Mas Pom menjadi editor Desk Nusantara dan terakhir menjadi anggota penyunting oleh media

Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas St Sularto di rumah duka di Bintaro Jaya, Sabtu sore, mengatakan, Mas Pom seorang pekerja keras. Almarhum menunjukkan teladan sebagai pekerja tuntas.

"Mas Pom juga sama sekali tidak pernah marah. Suaranya memang besar tetapi tak pernah marah. Bahkan lebih sering tersenyum," kata Sularto.

"Pada sore hari, Mas Pom sebelum melakukan pekerjaannya sebagai penyunting akhir isi harian Kompas, beliau masih sempat menulis resensi buku dan nama peristiwa untuk Kompas. Mas Pom bekerja tuntas dan menjalankannya dengan senyum dan tertawa," papar Sularto.

Sularto juga menambahkan, sebagai orang beriman, Mas Pom sudah membongkar kemah dan kini almarhum sudah disediakan rumah abadi. "Sebagai orang beriman, kita yakin ini jalan satu-satunya untuk mendapatkan kehidupan kekal. Dan kita percaya Mas Pom sudah mendapatkan kehidupan kekal," kata Sularto.

Sementara Redaktur Pelaksana Harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, Mas Pom menunjukkan totalitas dalam bekerja. "Meskipun dalam kondisi sakit, Mas Pom tetap bekerja," kata Budiman.

Jenazah Djoko Poernomo dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Sabtu sore dan dihadiri koleganya dari Kompas Gramedia dan jemaat GKI.

Tampak hadir antara lain August Parengkuan, Dudi Sudibyo, Indrawan SM, pensiunan wartawan Kompas. Juga Trias Kuncahyono dan Taufik Mihardja (Wakil Pemred Kompas), Budiman Tanuredjo, Ninok Leksono (Rektor Universitas Multimedia Nusantara), serta puluhan kolega di Kompas mengantarkan Mas Pom ke peristirahatan terakhir. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Mas Pom.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel