Pencurian yang beraksi di ruko Music School of Indonesia

Pencurian yang beraksi di ruko Music School of Indonesia (MSI) dan studio rekaman Musik Tek, Sabtu (30/7/2011) dini hari, tidak hanya membawa kabur sejumlah alat musik bernilai puluhan juta rupiah, tetapi juga database rekaman sejumlah artis terkenal Indonesia. Kami kehilangan banyak data dan dokumen penting.

Kami kehilangan banyak data dan dokumen penting," ujar Sales dan Marketing Musik Tek, Krish, Sabtu, di lokasi kejadian, Jalan Sultan Iskandar Muda 18 B, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Studio rekaman Musik Tek milik Agus Hermawan terletak satu ruko dengan MSI. Musik Tek di lantai 2, sedangkan MSI di lantai 3 ruko berlantai lima tersebut.

Menurut Krish, rekaman-rekaman yang hilang antara lain rekaman Ridho Rhoma, Lusy Rahmawati, dan Andra and The Backbone. Selain itu, rekaman dua artis pendatang baru yang masih masuk dalam tahap mixing juga turut raib.

"Datanya yang penting karena rekaman itu yang nilainya paling mahal. Kami juga tidak punya backup-nya lagi," ucap Krish.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, kantor Musik Tek masih tampak berantakan. Lemari-lemari kaca yang berisi alat-alat rekaman dan alat musik tampak terbuka, beberapa di antaranya kacanya bahkan pecah dicongkel maling. Namun, dari sekian banyak alat rekaman yang nilainya mencapai ratusan juta itu, maling hanya mengambil beberapa saja.

Selain itu, pintu ruang CEO Musik Tek Agus Hermawan juga tampak hendak dijebol perampok. "Di bagian pintunya ada tanda bekas linggis untuk mencongkel. Ada enam guratan, tetapi masih belum bisa dijebol juga. Padahal, di dalam itu banyak dokumen dan alat musik," ujar Krish.

Yang paling parah adalah bagian ruang operator studio. Gagang pintu ruang itu dirusak hingga lepas. Kabel-kabel di dalam ruangan itu juga tampak berantakan dan terpotong. "Di ruangan ini, yang hilang monitor dan CPU," ujarnya.

Sementara di ruang take vocal, pelaku tidak berhasil masuk. Masih tampak bekas guratan benda tajam di bagian pintu ruangan tersebut. "Saya memperkirakan orangnya enggak mengerti musik karena banyak barang yang harganya mahal justru enggak dia ambil," tutur Krish.

Akibat kerusakan kantor rekaman ini, menurut Krish, pihaknya terpaksa membatalkan jadwal rekaman beberapa artis hingga waktu yang belum ditentukan. "Terpaksa harus ditunda semua artis yang mau rekaman di sini. Padahal, bulan puasa sudah ada yang akan rekaman," kata Krish.

Ruko MSI milik Dewa Budjana dan Bernar Larso dibobol maling pada Sabtu dini hari. Tidak ada petugas keamanan yang berjaga ketika peristiwa itu berlangsung. Kasus tersebut ditangani Polsek Metro Kebayoran Lama. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Pencurian yang beraksi di ruko Music School of Indonesia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel