Kasus penyelewengan dana operasional PT Pos

Kasus penyelewengan dana operasional PT Pos Kantor Wilayah (Kanwil) Parepare dan Giro Divisi Regional X Sulawesi yang merugikan negara sekitar Rp1 miliar, kemarin, diserahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar.

Penyerahan kasus itu dilakukan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare Burhan. Rencananya, sidang kasus ini akan digelar dalam waktu dekat. Menurut Burhan, tersangka utama kasus ini, yakni Bendahara PT Pos dan Giro Cabang Parepare Syamsul Alam, telah menggunakan dana operasional PT Pos untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP),Syamsul Alam mengambil uang operasional dari dua Kantor Cabang PT Pos Kanwil Parepare, yakni cabang Pinrang dan cabang Sidrap. Sisanya dicairkan di rekening PT Pos Parepare dengan memalsukan tanda tangan atasannya. Dari empat kali pengambilan uang, lebih dari Rp200 juta telah digunakan Syamsul Alam.

”Sisanya Rp884 juta telah disita Kejari Parepare sebagai barang bukti,”ungkap dia. Tersangka dikenai pasal berlapis. Selain disangka melakukan penggelapan, dia juga dikenai pasal pemalsuan. Uang Rp700 juta di rekening PT Pos bisa dengan leluasa diambil setelah tanda tangan Pemimpin PT Pos Parepare dipalsukan.

Pasal yang dikenakan,antara lain Pasal 2 dan 3 Undang- Undang Tindak Pidana Korupsi. Saat ini Syamsul Alam masih ditahan di Kejari Parepare. ”Kalau sudah ada jadwal persidangan, baru akan dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Makassar,” ujarnya. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Kasus penyelewengan dana operasional PT Pos.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel