Ratusan warga Bontonompo mendesak Kapolda Sulselbar

Ratusan warga Bontonompo mendesak Kapolda Sulselbar Irjen Pol Jhonny Waenal Usman mencopot Kapolsek Bontonompo AKP Nasaruddin karena dinilai tidak profesional dalam menangani berbagai kasus di wilayah kerjanya. Desakan tersebut disampaikan warga dengan menggelar unjuk rasa dan menutup jalan poros Gowa-Takalar, tepat di depan Kantor Polsek Bontonompo, Sabtu, (10/9). Akibatnya, arus lalu lintas di poros Gowa- Takalar macet selama tiga jam.

Camat Bontonompo Alimuddin mengatakan, banyak persoalan yang tidak mampu ditangani oleh Kapolsek, sehingga warga mendesak Kapolres dan Kapolda segera mencopot Kapolsek Bontonompo. Ini desakan warga. Jika pihak terkait tidak memberikan tanggapan atas tuntutan warga ini, saya selaku camat jangan disalahkan. Ini murni keinginan masyarakat yang sudah tidak respek lagi terhadap Kapolsek karena tidak profesional dalam menangani kasus,” kata Alimuddin yang memimpin warga saat berunjuk rasa di Mapolsek Bontonompo.

Informasi dari warga Bontonompo menyebutkan, banyak kasus kriminal diduga diselesaikan dengan cara meminta uang kepada pelaku yang tersangkut kasus kriminal di wilayah Polsek Bontonompo, sehingga tidak sampai ke kejaksaan dan pengadilan.

“Sejumlah persoalan diduga diselesaikan dengan cara dibayar. Warga yang tersangkut kasus diduga membayar sejumlah uang kepada Kapolsek jika kasus hukumnya diselesaikan. Jumlah bayarannya bervariasi hingga sampai Rp5 juta,”kata salah seorang warga Bontonompo Rafli Rinaldi Bombong,saat berunjuk rasa.

Kapolsek Bontonompo AKP Nasaruddin saat dikonfirmasi terkait tuntutan dan tudingan warga tersebut, enggan kerkomenter. “Saya belum dapat memberikan tanggapan terkait unjuk rasa yang dilakukan warga Bontonompo,” ucapnya singkat kepada wartawan.

Selain menuntut pencopotan Kapolsek, warga juga meminta kinerja Kabag Ops Polresta Gowa AKP Elieser Dharma Ginting dievaluasi, karena menantang warga berunjuk rasa. Pernyataan Kabag Ops tersebut disampaikan saat Camat Bontonompo Alimuddin, bersama sejumlah kepala desa (Kades) menanyakan sejumlah kasus yang belum tuntas ditangani Polsek Bontonompo.

Tokoh masyarakat Bontonompo Syamsul Bachri mengatakan, awalnya warga tidak berniat menggelar unjuk rasa dan menutup jalan poros. Namun, ada pernyataan Kabag Ops Polresta Gowa AKP Elieser Dharma Ginting yang bernada menantang, warga akhirnya mendatangi Kapolsek dan menutup jalan.

“Silakan demo atau bakar Polsek sekalipun, atau silakan lapor ke Kapolda saya tidak takut,” ujar Elieser seperti ditirukan Syamsul, di hadapan wartawan. Sementara itu,Kasubag Humas Polresta Gowa Iptu Andry Lilikay mengatakan, desakan pencopotan terhadap Kapolsek Bontonompo tidak serta merta dilakukan, harus melalui prosedur yang dilalui. “Prosedur dilakukan dengan menyelidiki terlebih dahulu laporan warga tersebut, ”ujarnya atanya.

Dia juga membenarkan kedatangan Camat dan sejumlah Kades mempertanyakan sejumlah kasus, namun karena Kapolres dan Wakapolres tidak ada,terpaksa diterima oleh Kabag Ops AKP Elieser Dharma Ginting.“Mungkin dalam pembicaraan itu ada kesalahpahaman antara warga dan Kabag Ops, sehingga warga menanggapi secara emosional,”paparnya.

Akibat ratusan warga menggelar demo dan membakar ban bekas di tengah jalan. Sempat terjadi ketegangan antara pengunjuk rasa dengan sopir, beruntung ketegangan tersebut cepat terkendali sehingga segera teratasi. Para pengunjuk rasa yang dipimpin Camat Bontonompo juga membakar petasan dan membentangkan spanduk. Demikian catatan online Sapu Jagat yang berjudul Ratusan warga Bontonompo mendesak Kapolda Sulselbar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel