Sebanyak 25.878 jamaah calon haji Indonesia

Sebanyak 25.878 jamaah calon haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga hari kelima sejak keberangkatan kelompok terbang pertama tanggal 2 Oktober 2011.

Data terakhir Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama yang dipantau di Mekah, Kamis menunjukkan hingga pukul 10.30 waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 14.30 WIB 63 kelompok terbang (kloter) sudah mendarat di bandara di Bandara King Abdul Azis (KIA) Jeddah dan Bandara Amir Muhammad Abdul Azis (AMAA) Madinah.

Sementara jumlah jamaah haji yang sudah masuk Madinah ada 23.878 orang dari 59 kloter. Selebihnya ada empat kloter dengan jumlah 1.338 orang sedang dalam perjalanan dari Jeddah ke Madinah.

Jaga kesehatan

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Mekah Arsyad Hidayat mengingatkan jamaah hendaknya harus bener-benar mempepersiapkan diri secara fisik saat menjalankan ibadah haji.

"Sesekali boleh menjalankan ibadah sunah tapi hendaknya jangan terlalu memaksakan diri sehingga nanti malah sakit dan tidak bisa jalankan ibadah wajibnya," katanya.

Arsyad Hidayat mengingatkan rangkaian ibadah haji selama 40 hari di Tanah Suci Mekah bukanlah ibadah ringan karena memerlukan fisik yang prima, sebab harus tawaf, sai, serta jalan kaki menuju Arafah saat puncak Haji.

Arsyad menilai jamaah Indonesia selama ini memang terlalu bersemangat saat tiba di Tanah Suci sehingga tidak lagi memperdulikan kondisi fisiknya yang letih setelah menempuh perjalanan udara dari Jakarta sekitar sembilan jam.

Memang dapat dipahami alasan para jamaah untuk terus melakukan ibadah mengingat ada kesan "Kapan lagi dapat pahala besar mumpung berada di Tanah Suci".

Belum lagi saat ini untuk bisa berangkat menjalankan ibadah haji harus antri sekitar empat hingga lima tahun.

"Saya memang bisa paham alasan jamaah mengapa memaksakan diri untuk ibadah. Tapi hendaknya mereka juga bisa tahu kondisi fisiknya masing-masing," katanya.

Apalagi, katanya, memang ada pendapat yang mengatakan bahwa apabila sholat lima waktu di Masjid Nabawi pahalanya 1.000 kali lipat dan di Masjid Haram 100 ribu kali lipat daripada sholat biasa.

Untuk itu dia mengingatkan jangan sampai jamaah terlalu memaksakan diri beribadah, sesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing, sehingga nanti saat pucak haji di Arafah yang wajib hukumnya bisa menjalankan dengan baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel