Haris Yasin Limpo

Baru sehari menyandang status sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Haris Yasin Limpo sudah mangkir dari agenda rapat paripurna pandangan Umum fraksi terhadap rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2012 yang digelar kemarin.

Sekretaris Fraksi Golkar Irianto Ahmad menjelaskan, ketidakhadiran beberapa anggota Fraksi Golkar, termasuk Haris Yasin Limpo, disebabkan adanya agenda kegiatan yang bertepatan dengan pelaksanaan rapat paripurna, kemarin. “Pak Haris ada acara di Jakarta. Kebetulan agenda acaranya sudah lebih dulu siap sebelum rapat paripurna hari ini. Kalau anggota fraksi lain mungkin ada agenda penting lainnya. Namun,detailnya saya tidak tahu,” ujarnya kepada media, kemarin.

Sekadar diketahui, Haris Yasin Limpo dilantik sebagai anggota DPRD, Selasa (30/11), menggantikan legislator Partai Golkar almarhum Ince Adnan Mahmud melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW). Selain Haris, terdapat 17 anggota DPRD lainnya yang mangkir dari rapat tanpa alasan yang jelas.

Anggota Fraksi Golkar lain, Yusuf Gunco, menyebutkan, Haris Yasin Limpo masih kebingungan masuk kantor. Pasalnya, fraksi belum menentukan komisi dan alat kelengkapan tempat dia harus masuk. “Tempat duduk dan ruang kerjanya saja belum ada.Ini harus segera ditetapkan fraksi,”ungkapnya.

Sementara itu, terkait tingginya tingkat ketidakhadiran anggota DPRD Makassar dalam mengikuti rapat-rapat, baik di tingkat komisi bahkan di paripurna,pimpinan dan Badan Kehormatan mengusulkan adanya insentif bagi anggota Dewan yang rajin ikut rapat. Hal itu guna memicu semangat anggota Dewan berkantor.

“Kalian bisa lihat sendiri, tidak hanya rapat di komisi, tetapi rapat paripurna juga sering molor karena rapat tidak kuorum. Harusnya BK bisa langsung menindaklanjuti. Mungkin juga harus ada insentif bagi anggota Dewan yang rajin ikut rapat.Sebagai pendorong semangat,” ungkap Plt Ketua DPRD Makassar Busrah Abdullah,kemarin.

Ketua Badan Kehormatan Bakhrif Arifuddin menjelaskan, BK akan segera bersurat ke fraksi-fraksi terkait anggotanya yang malas ikut rapat. Disinggung tentang insentif bagi anggota Dewan yang ikut rapat, dia menyebutkan, sepanjang aturannya ada, dia menyetujui sebagai stimulus agar oknum anggota Dewan malas bisa rajin datang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel