Pemilu Rusia kali ini diwarnai oleh berbagai kecurangan

Pemilu Rusia kali ini diwarnai oleh berbagai kecurangan yang diduga dilakukan oleh partai berkuasa, United Russia, pimpinan Perdana Menteri Vladimir Putin. Beberapa pengawas pemilu mengakui menjadi korban kecurangan yang dilakukan secara terang-terangan tersebut.

Salah satunya adalah Olga Lazareva, salah satu petugas di tempat pemilihan di Tula, selatan Moskow. Dia mengaku pintu rumahnya dilem oleh seseorang sehingga dia tidak bisa hadir ke tempat pemilihan tepat waktu pada pemilu Minggu lalu.

Kehadirannya diperlukan untuk mengesahkan bahwa kotak suara benar-benar kosong sebelum dilakukan pemilihan. Ini adalah salah satu syarat pemilihan yang adil dan bebas di Rusia. Beruntung, dia berhasil keluar rumah dengan bantuan kerabatnya yang mendobrak pintu dari luar.

Lazareva khawatir petugas pemilihan lainnya akan memasukkan kertas suara untuk Partai United Russia ke dalam kotak. Kepada Reuters, Selasa 6 Desember 2011, Lazareva mengatakan ada empat petugas pemilihan lainnya di berbagai daerah yang mengalami hal yang sama.

"Ada pelanggaran dalam pemilu ini. Saya telah menjadi anggota di komisi pemilihan umum Rusia sejak 1990 dan telah melihat semuanya. Tapi saya tidak pernah kecurangan terang-terangan seperti sekarang," kata Lazareva.

Memang di tempat pemilihan Lazareva tidak terbukti adanya pembengkakan jumlah kertas, namun di tempat lain tidak demikian. Valentina Mishina, salah satu petugas di tempat pemilihan lainnya di Tula mengatakan terdapat keganjilan pada beberapa kertas suara.

"Ketika kotak dibuka, ada sekitar 50-60 kertas yang dilipat setengahnya dan terlihat dimasukkan bersamaan, jelas sekali bahwa yang mengisi kertas itu adalah orang yang sama," kata Valentina.

Menurut Tiny Kox, kepala delegasi pengawas pemilu dari Dewan Parlemen Eropa, terdapat sekitar 10 persen kertas suara yang terlihat mencurigakan. Pengakuan yang sama juga disampaikan oleh para pengawas dari Eropa lainnya.

Pemimpin partai Komunis Rusia, Gennady Zyuganov menyayangkan adanya kecurangan seperti itu. Dia mengatakan bahwa pemilu kali ini adalah yang paling kotor sejak jatuhnya Uni Soviet pada 1991. Partai Komunis dilaporkan menempati posisi kedua dengan 20 persen suara.

Kendati dipenuhi kecurangan, namun partai United Russia tidak memperoleh suara mayoritas. Partai ini hanya meloloskan 238 anggota parlemen dari total 450 anggota Duma. Ini adalah kemerosotan tajam setelah pada pemilu sebelumnya, yaitu menempatkan 315 anggotanya di majelis rendah Duma.

Hasil pemilu kali ini adalah yang terburuk bagi Putin selama 12 tahun berkuasa, sekaligus menunjukkan meningkatnya kekhawatiran publik atas dominasi Putin di perpolitikan Rusia setelah ia mengumumkan rencananya untuk kembali ke kursi kepresidenan pada Pemilu Presiden Maret 2012 mendatang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel