Aparat Kepolisian Resor Kota

Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Jeneponto mulai menjaga ketat lima desa di wilayah pesisir yang dinilai rawan dari aksi penculikan disertai kekerasan alat vital pada anak yang kini semakin meresahkan warga.

Hingga saat ini aparat kepolisian belum juga mengungkap siapa pelaku yang masih berkeliaran itu.Kasus terakhir menimpa seorang bocah perempuan di bawah umur, NL, 9, di Desa Tino,Kecamatan Taroang, Kabupaten Jeneponto. “Sampai sekarang kami belum bisa mengungkap siapa pelakunya. Kami harus berhati- hati dalam melakukan penyelidikan. Tetapi, kami upayakan bisa menangkap pelaku secepatnya,” ujar Kapolsek Batang AKP Jamaluddin, kemarin.

Sementara itu,Kapolres Jeneponto AKBP Sigit Waluya telah mengeluarkan imbauan kepada jajarannya untuk melakukan penjagaan, terutama di wilayah pantai. Saat ini personel dari Polsek Batang telah menjaga lima desa di wilayah pesisir Kecamatan Taroang dan Batang. Terkait pengejaran terhadap pelaku, dia mengaku telah memeriksa sembilan saksi. Namun, polisi belum bisa memastikan motif kejadian tersebut.

“Yang jelas bukan kasus pemerkosaan karena dari hasil visum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makatutu Bantaeng, empedu korban diambil pelaku,” ungkapnya. “Gambaran sementara yang kami dapat dari hasil pemeriksaan saksi, pelaku berbadan besar dan tinggi. Baru sebatas itu saja,”tandasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel