Taufik Kurniawan

Sekretaris Jenderal DPP PAN, Taufik Kurniawan, mengimbau anggota fraksi partainya di DPR tidak memakai ruang rapat Badan Anggaran yang baru. Hal ini demi tidak menimbulkan protes masyarakat. Yang pasti dengan ruang Banggar Rp20 miliar, saya harap anggota PAN jangan gunakan ruang Banggar itu dulu. Ini melukai rakyat," ujar Taufik di DPR RI, Jakarta, Kamis 12 Januari 2012.

Karena, menurut Taufik, biaya pembangunan ruang rapat baru yang mencapai Rp20miliar tersebut sangat berlebihan. "Ini sangat tidak relistis. Supaya tidak menimbulkan rasa kecurigaan yang berlanjut tentunya PAN dalam hal ini jangan memanfaatkan ruangan baru sebelum semuanya clear," kata Taufik.

Taufik setuju apabila BPK dan KPK menelusuri proyek pembangunan ruang rapat baru Banggar tersebut. "Itu perlu ditelusuri KPK. Artinya ini perlu diteliti, agar rakyat tidak merasa dibohongi. Ini sudah di luar nalar. Teman-teman DPR harus bijaksana dalam masalah ini. Jangan kita tidak merasa empati," kata Taufik.

Sebelumnya, Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) melansir anggaran sebesar Rp20 miliar disiapkan untuk memindahkan ruang rapat Badan Anggaran DPR. Ruang rapat Banggar ini akan dipindahkan dari Nusantara I ke Nusantara II.

"Padahal Ruang rapat Banggar di Nusantara I sebetulnya masih layak untuk dipergunakan sebagai rapat anggota Banggar," kata Kordinator Investigasi dan Adokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi, dalam rilis yang diterima VIVAnews.

Anggaran renovasi ruang rapat, menurut data FITRA, terdapat dalam surat dengan nomor pengumuman lelang 523111/MUM_U/BANGGAR/03/GP/2011 dengan alokasi anggaran sebesar Rp.20.370.893.000.

FITRA menilai rencana renovasi itu sebagai pemborosan anggaran. Apalagi, saat ini banyak rapat Banggar yang dilakukan di luar gedung DPR bahkan lebih sering. "Daripada di Gedung DPR lebih banyak rapat di luar gedung DPR alias rapat di hotel-hotel mewah," ucap Uchok.

Sekjen DPR, Nining Indra Saleh menjelaskan, renovasi ruangan Banggar dilakukan karena kapasitas ruangan sebelumnya sudah tidak memadai. Apalagi jumlah anggota Banggar sebanyak 85 orang.

"Dengan kondisi ruang rapat yang sekarang, kapasitas ruangan tersebut tidak memadai. Selain itu rapat panja yang dilakukan paralel artinya dilakukan bersama-sama dalam satu waktu, dan tamu dari pemerintah berjumlah 100-150 orang," kata dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel