Tes Urine Siswa SMA Makasar

Menyikapi maraknya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan pelajar, Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar akan melakukan tes urine kepada siswa sekolah menengah atas (SMA).

Kepala Bidang Informasi dan Data BNK Makassar Hapidah mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan guna meminimalisasi meningkatnya jumlah pengguna di kalangan pelajar. Tes urine ini akan dilakukan di sejumlah sekolah yang siswanya dianggap rawan menggunakan narkoba.

“Tes urine akan dilakukan secara acak di sejumlah sekolah. Tetapi, belum bisa dipublikasikan sekolah mana dan kapan karena banyak siswa dikhawatirkan tidak hadir. Jadi, ditunggu saja,”katanya kepada media, kemarin. Menurutnya, berdasarkan data BNK yang diperoleh dari pihak kepolisian, pada 2011, kasus narkoba menjerat 746 orang dan 50% di antaranya 323 orang berasal dari kalangan pelajar SMA. Pemeriksaan urine tersebut merupakan agenda rutin yang digelar dalam tiga tahun terakhir.

”Tahun ini berharap tidak ada lagi pelajar yang masuk dalam database kami sebagai pengguna narkotika,”ujarnya. Dari informasi yang dihimpun SINDO pada 2010,pemeriksaan urine dilakukan di SMA Negeri 17, SMK Negeri 6, dan SMK Negeri 8.Siswa dari tiga sekolah ini dianggap paling rawan penyalahgunaan narkoba. Sementara pada 2011,sejumlah sekolah yang masuk kategori rawan, di antaranya SMA Negeri 2 dan sejumlah sekolah yang berada di pinggiran Kota Makassar.

“Maaf, BNK tidak bisa memublikasikan sekolah mana saja yang dianggap rawan narkoba,” tandasnya. Kendati demikian, rencana pemeriksaan urine siswa ini masih terkendala keterbatasan anggaran BNK. Pasalnya, lembaga yang dipimpin Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur ini harus menyediakan peralatan sesuai jumlah siswa di sekolah yang bersangkutan. Selain melakukan pemeriksaan urine, BNK juga akan memberikan penyuluhan.

BNK akan menghadirkan pelajar, pendidik, dan pemateri dari kalangan dokter. Seminar bertemakan bahaya narkotika juga akan menghadirkan pakar hukum, pakar pendidikan, dan pakar kesehatan.Tujuannya tidak lain agar siswa yang sudah terjerumus bisa disembuhkan. Sementara siswa yang belum terkontaminasi narkoba bisa menghindari dan menyosialisasikan kepada teman-temannya. Hafidah juga melansir data penyalahgunaan narkoba,mulai tersangka, pengedar, dan pengguna narkoba yang ditangkap aparat kepolisian.

Untuk bandar, dibekuk 17 orang, pengedar 41 orang, pemakai 269 orang. Menanggapi rencana BNK, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Ismunandar menjelaskan, mekanisme pemeriksaan urine siswa dilakukan dengan permintaan sekolah yang bersangkutan. Langkah ini diambil jika pihak sekolah mencurigai adanya siswa yang menggunakan narkoba. “Sekolah bersurat dulu ke Disdik, kemudian diteruskan ke BNK lalu dilakukan tes urine,” paparnya. Ismunandar mengungkapkan, pemeriksaan urine tersebut rutin dilakukan dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penggunaan narkoba di kalangan siswa, Disdik mengimbau sekolah, baik SMP maupun SMA, mengawasi perilaku siswanya. “Jika ada yang tertangkap sebagai pengguna, pengedar, dan semacamnya diminta kepada pihak sekolah memberikan sanksi keras terhadap siswa tersebut,” pungkasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel