Program e-KTP di Kota Probolinggo

Kota Probolinggo dinilai belum siap melaksanakan program e-KTP. Hal itu dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kota Probolinggo As'ad Anshari setelah melakukan inspeksi mendadak di semua kecamatan, Selasa (6/3/2012). Pemkot Probolinggo belum siap membuat e-KTP," kata As'ad ditemui di sela-sela sidak.

Ketidaksiapan itu terlihat dari belum adanya dua perangkat penting pembuatan e-KTP, yaitu alat pemindai (scanner) dan parabola. Padahal kedua perangkat itu sangat vital untuk pelaksanaan program ini. Padahal direncanakan e-KTP akan diluncurkan pada 26 Maret depan dan akan rampung dalam enam bulan. Karenanya, pihak kecamatan dan Dispendukcapil mengharapkan agar perangkat tersebut segera dikirim oleh pusat.

Selain belum siapnya peralatan, Pemkot Probolinggo juga tidak memiliki tenaga operator pembuatan e-KTP dari lingkungan dalam. Saat ini semua operator e-KTP merupakan tenaga kontrak, bukan pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkot Probolinggo. Dispendukcapil dan kecamatan merekrut tenaga kontrak selama lima bulan. Mereka yang dikontrak dinilai sebagai ahli IT, dan masih perlu pelatihan untuk mengoperasikan perangkat pembuatan e-KTP.

As'ad Anshari mengatakan beberapa waktu lalu dia menyarankan agar Dispendukcapil melatih orang dalam beberapa waktu lalu. Jika orang dalam yang dilatih, kata As'ad, setelah program e-KTP tuntas dalam enam bulan, petugas tersebut bisa masih bisa difungsikan. Sementara SDM dari luar akan pergi begitu saja ketika program e-KTP rampung dan masa kontrak selesai. Karena sudah telanjur, orang dalam sebaiknya juga ikut dilatih untuk mengantisipasi pembuatan e-KTP berikutnya," katanya.

Selain itu, Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini juga mendorong agar Dispendukcapil menggenjot sosialisasi terkait pembuatan e-KTP. Ia menilai, sosialisasinya kurang masif sehingga diyakini masyarakat belum banyak yang tahu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel