Kamriady Ngamuk Di RSUD

Kamriady, orang tua Aco, bayi berusia 23 hari, warga Kelurahan Kasimpureng, Kecamatan Ujung Bulu, mengamuk di ruang perawatan I RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba, pada Sabtu (7/4). Tindakan itu dilakukan Kamriady lantaran kecewa dengan layanan pihak RSUD yang dinilai terlambat memberikan pertolongan kepada anaknya, Aco.

Akibatnya, Aco tak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit tersebut. Kamriady kesal dan marahmarah karena paramedis di RSUD milik Pemkab Bulukumba itu terkesan tak peduli terhadap kondisi anaknya yang kritis akibat menderita demam parah dan sesak napas akibat penumpukan lendir di saluran pernapasannya.

“Saya mengamuk karena perawat terlambat memberikan pelayanan. Padahal, obat dan darah yang dibutuhkan untuk pengobatan anak saya semua sudah disiapkan,”ungkap dia di Kelurahan Kasimpureng, kemarin. Menurut dia, pihaknya telah menyiapkan darah untuk pengobatan anaknya karena darah yang dibutuhkan, yakni AB di RSUD,habis.Namun, setelah semua disiapkan, perawat tidak langsung melayani.

Salah seorang perawat RSUD Bulukumba Musfirah mengaku bahwa pihak RSUD sudah memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien,Aco. Hanya, kondisi bayi memang kritis karena menderita penumpukan lendir di saluran pernapasan dan demam tinggi.

“Kami sudah bekerja sesuai prosedur dengan memberikan pelayanan terbaik. Namun, kadang orang tua tidak memahami kondisi itu.Apalagi, kondisi bayi memang sulit sembuh karena menderita penyakit lendir dan demam yang sudah parah,”papar dia di Perawatan I RSUD Bulukumba, kemarin.

Disinggung tentang uang Rp200.000 yang dibebankan kepada orang tua pasien sebelum diizinkan membawa korban Aco pulang ke rumah, Musfirah mengungkapkan, dana itu sebagai jaminan. “Uang itu dikembalikan setelah melengkapi semua administrasi,”ungkap dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel