Program Pemerintah Menuju Swasembada Gula Nasional

PT Makassar Tene berkomitmen mendukung program pemerintah menuju swasembada gula nasional di tengah persoalan gula di Indonesia saat ini yang mengalami defisit. Bahkan, swasembada gula itu menjadi salah satu targetnya dalam memajukan industri gula nasional.

Hal itu diwujudkan melalui investasi dan ekspansi usaha pabrik untuk memenuhi kebutuhan gula nasional yang terus meningkat. Direktur Utama PT Makassar Tene Abuan Halim mengatakan, sebagai pabrik gula rafinasi pertama dan satu-satunya yang beroperasi di kawasan timur Indonesia (KTI), perusahaan yang dipimpinnya memiliki peran strategis untuk menjaga kontinuitas pasokan gula di Indonesia timur.

”Dengan kapasitas produksi hingga 1.800 ton gula rafinasi per hari,produksi Makassar Tene mampu memenuhi kebutuhan gula untuk KTI. Sehingga keterlambatan pasokan gula dari Pulau Jawa dapat diatasi,” katanya. Saat ini Makassar Tene terkendala produksi akibat pembatasan kuota impor gula mentah (raw sugar) yakni dari 200.000-an ton per tahun, namun tahun ini hanya 150.000 ton.

Padahal, kebutuhan gula nasional mencapai 5,2 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut,2,5 juta ton untuk kebutuhan industri, sementara untuk kebutuhan rumah tangga dan industri langsung sebanyak 2,7 juta ton per tahun. Direktur PT Makassar Tene Andreas Vincent Wenas mengemukakan, kondisi pergulaan nasional atau permintaan (demand) sebelum pengurangan kuota, yakni sebanyak 2,5 juta ton per tahun yang dihasilkan dari delapan perusahaan gula rafinasi yang ada di Indonesia.

Sementara produksi (pasokan) dari perusahaan gula kristal putih yang memasok untuk rumah tangga dan industri langsung yang berjumlah 36 perusahaan (pabrik) hanya mampu menghasilkan 2,1 juta ton per tahun. ”Dari hitungan tersebut saja belum terpenuhi. Apalagi setelah kuotanya dipotong, dari 2,5 juta ton dipotong 400.000 ton. Jadi kuotanya tinggal 2,1 juta ton,ditambah produksi gula kristal putih 2,1 juta ton. Artinya gula nasional saat ini defisit 600.000 ton,”katanya di Makassar, kemarin.

Menurutnya,dengan kondisi tersebut, akan berimbas kepada masyarakat karena harga gula mengalami kenaikan, yang akan mengganggu kebutuhan rumah tangga dan industri kecil. Pada 4 Juni lalu, PT Makassar Tene mengimpor raw sugar dari Thailand sebanyak 12.000 ton dan Australia 27.000 ton. Namun karena pembatasan kuota, pabrik ini hanya memproduksi 1.000-1.500 ton per hari.

”Produksi kami dalam sehari bisa mencapai 1.800 ton, tapi karena pembatasan kami hanya mampu memproduksi 60% dari kapasitas itu,” kata Asisten General Manager Technical dan Development PT Makassar Tene Kuswandono di Makassar,kemarin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel