Google Glass

Ada kabar gembira bagi Anda yang kepingin memiliki Google Glass lebih awal sebelum perangkat wearable ini muncul secara komersial tahun depan. Raksasa Internet asal Amerika Serikat ini menggelar sebuah kontes bagi peminat Google Glass. Pemenang kontes akan mendapatkan versi "Explore" dari Google Glass secara cuma-cuma, yakni versi perdana Google Glass.

Untuk mendapatkannya, tentu tidak semudah itu. Ada beberapa syarat. Pertama, dilansir laman ABCnews, Anda harus tinggal di Amerika Serikat, kemudian harus mengajukan permohonan dalam 50 kata, yang menjelaskan apa yang akan dilakukan dengan Google Glass tersebut.

Itu saja tidak cukup. Peminat juga diwajibkan menyertakan hashtag 'ifihadglass' dalam permohonannya, dan mem-posting melalui layanan Google+ atau Twitter sepekan kemudian. Sayang, Google enggan buka mulut soal berapa banyak perangkat yang disiapkan untuk kontes ini.

Versi "Explore" sempat dijual pada sejumlah programer komputer pada konferensi perusahaan pada Juni tahun lalu, dengan harga US$1.500, setara Rp14,5 juta. Relatif mahal, jelas lebih mahal ketimbang iPhone 5. Sementara orang-orang lebih memilih menunggu produk kacamata berikutnya pada pertengahan Maret mendatang, dengan mengorbankan waktu membeli di New York, Los Angeles atau San Francisco Bay.

Bagi yang belum tahu, Google Glass merupakan perangkat canggih menyerupai kacamata, yang mampu menjalankan fungsi ponsel pintar. Unik, karena pengguna tidak perlu memakai tangan untuk menggunakannya. Semua diperintahkan dengan suara. Asyiknya, Google Glass menjalankan sistem operasi Android, OS yang cukup familiar sampai hari ini.

Saat didemonstrasikan, perangkat ini bisa dipakai dalam situasi ekstrim sekalipun, seperti terjun payung, naik ski, naik rollercoaster, sampai menunggang kuda. Google pun mendorong pengguna dalam kontes nantinya untuk membuat footage berupa lima foto dan 15 detik video dalam lembar permohonan mereka. Video kekerasan dan pornografi tidak dibenarkan. Pendiri Google, Sergey Brin pernah memakai Google Glass pada konferensi perusahaan Juni tahun lalu. Namun, ketika itu, masih banyak celah (bug) pada perangkat, seperti isu ketahanan baterai.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel