Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Kota Surabaya

Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Kota Surabaya mengakui puluhan satwa dari berbagai jenis mati sejak pertengahan Juli hingga saat ini.

Direktur Utama PDTS Kebun Binatang Surabaya (KBS) Ratna Achjuningrum, Selasa (29/10/2013), mengakui soal masih banyaknya hewan yang mati. Kebanyakan yang mati itu jenis reptil karena  ketika sedang ganti kulit,  cuaca sangat panas sehingga berdampak terhadap kelangsungan hidup hewan tersebut.

"Selain itu jenis ikan dan  burung. Untuk burung ada tujuh ekor jalak bali yang mati," katanya.

Menurut dia, satwa yang mati ini ada beberapa faktor di antaranya karena faktor usia yang sudah tua dan kesehatannya buruk sehingga sulit disembuhkan.

Berdasarkan data dari PDTS Kebun Binatang Surabaya, pada Agustus sebanyak 14 hewan yang mati dan pada September sebanyak 17 hewan yang mati, sedangkan untuk Oktober 2013 masih diinventarisasi.

Khusus untuk Oktober 2013 ada dua hewan yang mati dan menjadi sorotan pencinta binatang yaitu seekor orang utan berumur 15 tahun dari Kalimantan itu mati pada 10 Oktober lalu.  Orang utan bernama Betty  ini  mati karena gangguan pernapasan.

Sedangkan  pada Jumat (25/10/2013),  Jonet, seekor unta punuk salah satu koleksi KBS  menemui ajal. Diduga unta yang berumur 5 tahun tersebut mati karena gangguan fungsi ginjal sejak setahun terakhir. Hewan yang memiliki nama latin camelus pardalis ini ditemukan tak bernyawa.

Untuk menekan laju kematian, Ratna mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa usaha yaitu pemberian vitaman, peningkatan kualitas makanan hewan, perbaikan kandang dan  juga  penyemprotan air ketika cuaca panas terjadi di Surabaya,

"Hasilnya, kami berhasil menurunkan angka kematian hewan. Jika tidak dilakukan seperti, maka kematian hewan semakin tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Sedangkan Direktur Operasional  KBS dr Liang Kaspe menyatakan kematian hewan memang wajar dan itu terjadi di kebun binatang lainnya. Namun di balik kematian, ada sejumlah prestasi yang diraih KBS dalam upaya penangkaran hewan.

"Jangan menulis hewan yang mati saja. Di KBS itu juga banyak hewan yang berkembang biak, seperti beberapa ekor kuda nil saat ini sedang bunting dan diperkirakan akan melahirkan November 2013. Selain itu ada 20 telur komodo yang sedang ditetaskan dan sejumlah bekantan juga sedang bunting. Artinya ada juga penambahan hewan di KBS," ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel