Cara Memilih Popok bayi

Penggunaan popok yang kurang tepat dapat mengganggu tumbuh kembang si kecil. Oleh karenanya, pastikan Anda sudah memilihkan popok yang tepat baginya. Ada dua jenis popok, popok kain dan popok sekali pakai (disposable diapers). Mana yang lebih baik? Menurut dokter anak dr Herbowo Soetomenggolo, penggunaan popok sekali pakai sangat dianjurkan ketimbang popok kain. Hal ini berkaitan dengan soal higienitas.

"Penggunaan popok kain memang terkesan hemat karena bisa dipakai berulang kali. Namun bila pencuciannya tidak bersih, kuman yang tertinggal dapat menimbulkan masalah kulit pada anak, seperti ruam," ujarnya di acara penyuluhan para kader posyandu yang digelar produk popok Merries Good Skin di Bogor, Selasa kemarin.

Disamping itu, kemampuan penyerapan popok kain juga dipertanyakan. Popok ini bisa membuat kulit mudah berlembab dan kotoran tidak terserap maksimal. Keduanya merupakan salah satu faktor penyebab ruam. Ruam kulit yang timbul di area yang tertutup popok disebut ruam popok. Penyebabnya bisa oleh jamur atau kuman, serta alergi terhadap materi kain tertentu. Terlebih, kulit bayi juga masih sangat sensitif.

Di beberapa negara maju, jumlah kasusnya bisa mencapai 10 hingga 30 persen dari kasus kulit lainnya. Di Indonesia, kata Herbowo, belum ada pasti. Namun ia memperkirakan, kasusnya juga mencapai 30 persen. Hal ini menandakan, kewaspadaan orang tua terhadap masalah ruam popok masih sangat rendah. Ruam popok menyebabkan kulit kemerahan dan menimbulkan rasa gatal yang hebat sehingga membuat si kecil tidak nyaman.

Hal tersebut mengakibatkan anak tidak dapat beristirahat dengan tenang. Padahal, tidur sangat penting bagi tumbuh kembangnya, terutama pada perkembangan otak. Herbowo memaparkan, terdapat dua jenis tidur, yakni tidur tenang dan tidur aktif. Tidur tenang atau pular berfungsi memperbaiki sel-sel tubuh serta membentuk jaringan otot.

Adapun tidur aktif untuk menjernihkan pikiran, menghilangkan perasaan kuatir dan mempertahankan sel otak. "Ini berkaitan dengan kecerdasan anak. Tidur untuk pintar," katanya. Oleh karenanya, ia sangat menganjurkan penggunaan popok sekali pakai untuk mencegah terjadinya ruam. Banyak produk popok sekali pakai yang beredar di pasaran? Namun mana yang tepat.

Pastikan, popok yang dipilih tidak mengandung bahan plastik supaya kulit bayi tidak berlembab. Bahan plastik memang penting untuk menghindari kebocoran. "Namun plastik haruslah yang berpori agar udara mudah bersikulasi sehingga tidak berlembab," ujar Maria Rosita Leonardi, Brand Manager Baby Diapers PT Kao Indonesia. Maria memastikan produk Merries menggunakan plastik yang berpori.

Yang pasti, popok juga harus berbahan lembut agar kulit bayi tidak mudah tergesek. Pemakaian produk popok sebaiknya jangan terlalu ketat supaya bayi dapat bebas bergerak dan karetnya tidak melukai kulit pinggang bayi. Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Pencegahan:
- Hindari penggunaan popok berbahan plastik yang tidak berpori
- Ganti popok secara berkala bila terkena tinja
- Selalu bersihkan area genital secara perlahan dengan air mengalir

Bila sudah terjadi ruam, lakukan ABCDE supaya ruam tidak mengganas
A: Air. Melepaskan popok yang basah supaya kulit dapat bernafas
B: Barrier. Memberikan lotion pelindung (atas resep dokter)
C: Clean. Memastikan kulit tetap kering
D: Disposable diapers. Menggunakan popok sekali pakai
E: Educate. Menggali informasi sebanyak mungkin seputar popok dan ruam.

Minus penggunaan popok kain:
- Tidak sepenuhnya hemat karena butuh air untuk mencucinya.
- Kemampuan penyerapannya diragukan
- Kuman tetap ada bila pencucian kurang maksmimal
- Cenderung longgar, akibatnya kotoran mudah terjatuh. Kotoran yang tercecer bisa menjadi bibit penyakit bagi orang sekitarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel